1. Heroin
Heroin
adalah candu yang diproses langsung dari ekstrak opium. Heroin pada
awalnya diciptakan untuk membantu menyembuhkan orang yang kecanduan
morfin. Heroin menjalar ke otak dan darah serta menciptakan rasa eurofia
semacam orgasme di sekitar usus. Candu dari heroin bersifat tinggi,
sekali mencoba maka ingin terus menerus mengkonsumsinya.
2. Kokain
Kokain
merupakan alkaloid tropane kristal yang diperoleh dari daun tanaman
koka. Zat dalam kokain menyebabkan berkurangnya nafsu makan dan
terciptanya perasaan senang. Kokain merupakan stimulan ampuh untuk
sistem saraf pusat. Efeknya dapat berlangsung antara 20 menit hingga
beberapa jam tergantung pada dosis kokain yang diambil, kemurnian, dan
metode pemasukan ke tubuh. Tanda-tanda awal stimulasi yang hiperaktif
adalah gelisah, peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut jantung
dan euforia. Euforia ini kadang-kadang diikuti oleh perasaan tidak
nyaman dan depresi serta keinginan untuk mengkonsumsinya lagi.
3. Ekstasi
Ekstasi
(MDMA) adalah psychedelic semisintetik entactogen dari keluarga
phenethylamine. Efek utama dari MDMA adalah peningkatan kesadaran indra,
perasaan keterbukaan, euforia, empati, cinta, kebahagiaan, tinggi
kesadaran diri, perasaan kejernihan mental dan peningkatan apresiasi
akan musik dan gerakan. Sensasi taktil yang meningkat ke pengguna
membuat kontak fisik dengan orang lain lebih menyenangkan.
4. Opium
Opium
adalah zat narkotika yang berbentuk polong biji muda dari bunga madat
(Papaver somniferum). Tanaman Ini mengandung hingga 16% morfin, suatu
alkaloid opiat, yang paling sering diproses secara kimia untuk
menghasilkan heroin yang digunakan pada perdagangan obat ilegal.
Pengolahan opium dapat berupa pemurnian, semi-sintetik, opioid sintetik
dengan efek yang semakin kuat, dan dengan anestesi umum lainnya.
Pengelolaan opium pertama kali dilakukan oleh Friedrich Wilhelm Adam
Sertürner pada tahun 1817.
5. Ganja
Cannabis,
yang dikenal sebagai ganja dalam bentuk herbal, adalah produk
psikoaktif dari tanaman Cannabis sativa. Manusia telah mengkonsumsi
ganja sejak zaman prasejarah, meskipun di abad ke-20 terjadi peningkatan
dalam penggunaannya untuk tujuan rekreasi, agama atau spiritual, dan
obat-obatan. Diperkirakan bahwa sekitar empat persen dari populasi
dewasa di dunia menggunakan ganja setiap tahunnya. Tanaman ini memiliki
efek psikoaktif dan fisiologis ketika dikonsumsi, biasanya dengan
merokok atau konsumsi langsung.
Semoga bermamfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca dan mengetahui bahayanya obat-obat telarang ini
Semoga bermamfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca dan mengetahui bahayanya obat-obat telarang ini




